.

.

Kamis, 03 Mei 2012

SEBUAH AWAL KESADARAN

Oleh: Anfas Kusumo Al-akhyar

Orang yang belajar thoriqoh secara tidak langsung ia berarti belajar membangkitkan kesadaran ruhaninya. Dimana didalam keseharian hidup, kesadaran kita banyak terfokus dialam badan kasar , alam anasir, atau diluar alam ruhaniyyah.


Dimulai dari belajar berthoriqoh, kita akan memulai sebuah awal kesadaran. Diawal inilah titik berat sebuah kesadaran dimulai, setahap demi setahap kita mulai kearah asal mula kita berasal.


Untuk mencapai kesadaran ruhani itu tidaklah mudah, kita harus bisa melewati dan memindahkan dari tingkat kesadaran alam jasad/badan/maya/fana menuju alam ruhani.


Sedangkan tahapan yang pertama yang harus dilalui oleh sang penempuh spiritual adalah sulitnya memindahkan dari titik jasad menuju kepada kesadaran titik ruhani yang bereksistensi pada qolbu, tanpa seorang bidan yang membidangi atau ahlinya dibidangnya mustahil anda akan mencapainya.


Maka jangan heran banyak manusia-manusia yang terjebak diantara alam jasmani dan alam ruhani, mereka akan terus terisolasi diantara keduanya....sampai Alloh memberikan rahmatnya melalui seorang Wali Mursyid sebagai penolongmu, sebagai wasilahmu, manusia yang memiliki otoritas melewati diantara kedua alam tersebut, yaitu alam ruhani dan alam jasmani.


Dialah manusia yang mempunyai visa khusus untuk keluar masuk diantara batas keduanya. kalau anda tidak segera mendekapnya,,,Anda akan rugi dan dipastikan akan terisolasi diantara batas keduanya. Dan mungkin anda akan menjadi bayangan semu untuk saudara-saudara anda didunia ini
 
DIMULAINYA SEBUAH AWAL KESADARAN
Sebelum ada apa-apa dialam jagad raya ini tercipta adalah Sang Maha hidup Ya Alloh Ya AKU yang ada dialam kelanggengan, tiada awal dan akhir yaitu alam kerahasiannya Alloh. Dimana alam kerahasiannya Alloh itu? Kerahasiannya ada dimakhluknya yang bernama manusia.
Pada saat itulah Alloh berkehendak menurunkan Roh Qudus (Suci) dialah cahaya Alloh, dialah Nur Alloh, dialah Hidup Kita, Dialah Hidup kita yang Maha Suci.
Didalam alam kerahasiaan itu tidak mengandung anasir-anasir (unsur hawa, api, air dan tanah) yang bereksistensi didalam qolbu manusia, dimana cahaya itu memancar memberi kesadaran didalam qolbunya. Alam kerahasiaan ini diselubungi oleh dua alam yaitu; alam jasmani dan alam ruhani.
Cahaya yang memancar itu adalah HIDUP kita, yang merupakan kandang Nur yang memancarkan Cahaya Kehidupan yang membayang dan merupakan rahasia Alloh ,  yang berada pada pusat hidup kita orang jawa mengatakan dengan simbol " susuhing angin " (pusatnya angin) itulah kerajaan Alloh yang tiada dapat diterangkan bagaimana dan dimana orientasinya, bagaikan tempat yang tiada utara-selatan-barat-timur dan atas-bawah.
Apa sebenarnya hakikat alam kerahasiaan Alloh itu, untuk mengetahuinya carilah Guru Mursyid sehingga anda akan tahu alam kerahasiaan Alloh itu.
Kalau boleh saya simpulkan didalam diri manusia ada 3 alam yaitu; alam jasmani, alam ruhani dan alam kerahasiaan Alloh ( yang tahu hanya hamba dan Tuhannya ) mengambil ruang didalam diri manusia.
Namun kebanyakan diantara kita tidak tahu, kalaupun tahu...juga tidak mengerti, kalaupun mengerti tidak akan tahu keberadaannya. Disebabkan alam tersebut samar-samar yang membayang diri kita.
 
CAHAYA HIDUP / NUR HIDUP
Cahaya ini memberikan daya atau kekuatan kepada Rasa / Sirr artinya Cahaya / Nur / Roh Qudus / Roh Suci menghidupkan Rasa / Sirr yang merupakan sumber kuasa dan Inilah yang disebut Maha Kuasa. disebabkan Rasa / Sirr menghidupkan Roh / Sukma yang mewujudkan adanya cipta. 
Cipta adalah jiwa (Nafs) yang mempunyai kehendak dan pengetahuan. Cahaya ini akan hidup dan mempunyai kehendak dan pengetahuan ilahiyah bukan pengetahuan syaithoniyah, maka cahaya ini harus dihidupkan oleh orang yang hidup ( Qolbunya Hidup bersama Alloh ) tanpa itu tidak akan hidup, tidak akan mengerti, tidak akan tahu rahasia terbesar ilahiyah
Kalau kita sudah menerima anugerah dari Yang Maha Agung dari Guru Agung yaitu Talqin Dzikir, maka anda memasuki titik awal yang baru, anda akan merasakan hal-hal yang baru dan aneh-aneh karena mata bathin sudah mulai ancang-ancang, sedikit demi sedikit hijab yang menyelubungi ruh jasmani dan ruh ruhani sudah mulai terkuak. Sehingga keghaiban yang selama ini merupakan misteri kehidupan dapat dimengerti dan diselaminya. Ia akan tahu hakikat tuhannya, itulah sebuah karunia yang Maha Agung dari Guru Agung.
 
FUNGSI ANGAN-ANGAN

1. Angan-Angan yang berkecendrungan ke nafsu syahwat adalah bayangan dari hakikat rasa, apabila dapat dikuasainya maka akan menjadi dasar kekuatan akan keindahan, sehingga ketika orang yang sedang berdzikir, kadang-kadang ia merasakan suatu kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

2. Angan-angan yang berkecendrungan serakah, tamak, mau menang sendiri, malas dan lain-lainnya. Apabila angan-angan ini dapat dikuasai ia akan menjadi sebuah dasar kekuatan, tandanya ia akan mencintai dzikir walaupun ia belum tau hakikat yang ia cintai. ‎

3. Angan-angan yang berada didarah, yang wataknya beringasan, amarah, tidak sabaran dan gelap mata. Jika ia dapat dikuasai maka ia akan menjadi sebuah kemauan dan ketekunan dalam berdzikir, tandanya ia akan mengutamakan dzikir dari pada amalan-amalan lainnya.

4. Angan-angan yang berada ditulang sum-sum ia akan menghasilkan kekuatan kehendak yang menyebabkan keinginan-keinginan atau cita2. Dan ini merupakan sarana Karsa Alloh akan menjadi negatif bila tidak dikendalikan dengan dzikir, tandanya ketika seorang sedang berdzikir, timbul suatu hasrat keinginan yang ingin berlama-lama didalam berdzikir ( ingin nambah terus dzikirnya )

HIKMAH AMALIYYAH

RAHASIA DIBALIK KALIMAH LAA  ILAAHA ILLALLOH MUCHAMMADUROSULULLOH

Oleh : Asyech Ahmad Misbahul Munir Muslim


Sembilan Macam huruf kalimah Thoyyibah (LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMADUROSUULULLOHI) adalah merupakan jalan yang harus di tempuh oleh setiap muslim di dalam menjalankan ibadah kepada Alloh dengan cara tahapan sebagai berikut :
  1. Seorang muslim harus bisa berakhlak dengan huruf WAWU yakni : WACHDATU WUJUDILLAH FIL QULUUBI (meng-Esakan Allah di dalm hatinya), bukan berarti Alloh menyatu dengan hamba-Nya atau yang kita kenal di dalam bahasa jawa dengan istilah manunggaling kawula gusti.
  2. Harus bisa berakhlak dengan huruf SIN yakni : SUNNATU MUCHAMMADIRROSULULLOH (mencontoh langkah-langkah Nabi Muhammad) sesuai dengan kemampuan dan pemahamannya di dalam menyimpulkan wahyu yang di bawa olehnya.
  3. Harus bias berakhlak deangan huruf RO yakni : ROJI’UN ILLALLOHI (kembali kepada Alloh) yakni senantiasa bertaubat kepada-Nya.
  4. Harus bisa berakhlak dengan huruf DAL yakni : DAMUTH THOO’ATI (ta’at secara intensif) baik ta’at secara vertical maupun horizontal.
  5. Harus bisa berakhlak dengan huruf CHA yakni : CHIFDUL A’DLO’I ‘ANIL MA’SHIYATI (menjaga organ tubuh supaya tidak maksiat) kepada Alloh dan Rosul-Nya.
  6. Harus bisa berakhlak dengan huruf MIM yakni : MUCHITHUM BIL ‘ILMIDH DHOHIRI WAMUCHITUM BIL ‘ILMIL BAATHINI (menguasai ilmu lahir dan ilmu batin) yakni ilmu dunia dan ilmu akherat.
  7. Harus bisa berakhlak dengan huruf HA yakni : HUDUU,UL KHUSYUU,I BILCHAWASIL KHOMSI (menempatkan khusu di dalam panca indera), baik indra raga, jiwa, maupun nyawa.
  8. Hurus bisaberakhlak dengan huruf ALIF yakni : ITTICHAADUT TAQWAA BILJIHATI (menyatukan taqwa dengan arah / ahli taqwa) dimanapun berada.
  9. Harus bisa berakhlak dengan huruf LAM yakni LUBBUL IKHLASHI (inti ikhlas/bersih raga, jiwa, dan nyawa) dalam setiap amalnya (murni).
SEMBILAN MACAM HURUF yang ada di dalam kalimah Toyyibah (LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUROSULULLOHI), yakni : WAWU, SIN, RO, DAL, CHA, masing-masing satu huruf. Sedangkan MIM ada dua, HA ada tiga, ALIF ada enam, dan LAM ada delapan.

Jadi jumlahnya pas ada DUAPULUH EMPAT (24) HURUF, ialah menuntut kepada orang islam dalam masa duapuluh empat jam supaya bisa menutup lubang sembilan. Yaitu : dua lubang mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung, mulut, kemaluan , dan anus. Artinya, tidak maksiat kepada Alloh yang dalam maksud harus betul-betul khusu’ di dalam menjalankan ibadah kepada-Nya hingga pada akhirnya tidak ada yang di tuju kecuali Alloh Dzat Yang Maha Esa.

Dan inilah yang dinamakan NGAJI menurut falsafah Jawa, BOLONGAN SANGA DADI SIJI SUPAYA OLIH AJI SAKING ALLOH DZAT MAHA SIJI. Maksudnya, lubang sembilan jadi satu, yakni di tutup rapat-rapat sehingga tidak maksiat kepada Alloh supaya mendapat kelebihan dari Dzat Yang Maha Esa.
Jadi ringkasnya, macam huruf LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUROSULULLOHI yang ada sembilan itu, adalah menuntut kepada dua masalah yang ada di dalam tujuan NGAJI, Yaitu:
  1. Bisa menutup lubang sembilan sehingga tidak maksiat kepada Alloh dan Rosul-Nya
  2. Bisa mengamalkan ilmu yang dihasilkan dari ngaji tersebut.
Artinya bisa mengamalkan ajaran-ajaran Nabi Muchammad SAW.
WALLOHU A’LAM.


Kalimah Toyyibah jumlah kalimahnya ada tujuh,yaitu :

1. Lafal  LAA
2. Lafal  ILAAHA
3. Lafal  ILLA
4. Lafal  ALLOHU
5. Lafal  MUCHAMMADU
6. Lafal  ROSUULU
7. Lafal  ALLOHI

Tujuh kata ini menunjukan bahwa orang islam adalah diperintahkan sujud kepada Alloh melalui tujuh tulang seperti keterangan hadist berikut :

“Aku di perintahkan sujud menggunakan tujuh tulang, yaitu jidat, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung tapak kaki. Aku tidak mau mensujudi kain dan rambut”. (H.R. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas R.A.)

Maksudnya, tujuh kata di dalam kalimah Toyyibah itu menuntut pada sholat yang benar. Artinya, barang siapa ingin mendapatkan barokah (kebaikan-kebaikan yang senantiasa meningkat) dari Alloh melalui kalimah LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUROSULULLOHI (ajaran islam) tersebut, maka ia harus mengerjakan sholat lima waktu yang sesui dengan ajaran syari’ah Nabi Muchammad SAW.


JUMLAH HURUF KALIMAH TOYYIBAH

Sebagaimana diketahui di atas bahwa jumlah huruf kalimah Toyyibah (LAA ILAAHA ILLALLOH MUCHAMMADUROSULULLOH) adalah 24 huruf, ini menunjukan bahwa yang sehari semalam adalah 24 jam. Artinya, siapa saja ynag mengaku dirinya sebagai umat islam, ia di tuntut untuk beribadah kepada Alloh bukan hanya mengerjakan sholat lima waktu, tetapi di perintahkan pula memperbanyak dzikir kepada-Nya dengan dzikir Jahar (jelas dengan lisan) atau dzikir Khofi (tersembunyi di dalam Quluub) supaya selamat dunia akheratnya  lantaran selalu memperbaharui imannya melalui cara senantiasa dzikir dengan LAA ILAAHA ILLALLOH MUCHAMMADUROSULULLOH sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut :

“Perbaharuilah iman kamu, yakni perbanyaklah ucapan LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUROSULULLOHI” (H.R. Ahmad Hakim dari Abi Hurairoh)

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dia berkata:
“Malam dan siang jumlah waktunya ada 24 jam, kalimah LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUROSULULLOHI jumlah hurufnya ada 24. Barang siapa benar-benar bias mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH MUCHAMMADUROSULULLOH, maka setiap satu huruf bias melebur dosa dalam masa satu jam, sehingga satu dosapun tidak akan tetap membahayakan kepada orang tersebut, itupun jika dia betul-betul mampu mengucapkannya setiap hari cukup satu kali”. (Kifayatul Atqiya hal. 109)

Maksudnya, jika orang islam sudah bisa menggunakan akhlak kalimah Toyyibah, maka setiap satu huruf dari 24 huruf itu, bisa melebur dosa dalam masa satu jam dengan izin Alloh. Oleh sebab itu marilah kita menggunakan akhlak kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH MUCHAMMADUROSULULLOH di setiap hari siang dan malam, supaya 24 huruf tersebut menjadi wasilah terhapusnya dosa-dosa kita di dalam masa 24 Jam. Yakni waktu sehari semalam yang jumlah waktunya 24 Jam.

WALLOHU A’LAM.



HIKMAH GHOIBIYYAH

Belajar Mengenal Diri Sendiri

Berusaha mengenal diri sendiri memang tidaklah mudah, namun tidak ada kata menyerah untuk mencarinya. Begitu pentingnya persoalan ini, karena kalau kita gagal mengenal diri sendiri bukan tidak mungkin kita akan sulit menentukan arah hidup yang kita jalani ini. Dengan mengenal diri sendiri (ma’rifah binafsi) akan tahu kapasitas dan kempuan diri, hingga pada akhirnya kita akan mampu untuk menempatkan diri.

Banyak metode yang dapat kita jadikan referensi salah satunya  adalah metode yang dijalankan oleh pytagoras (560M), yaitu setiap menjelang tidur ia bertafakur mengingat apa yang ia lakukan sepanjang hari itu. Metode ini sebenarnya adalah metode yang diajarkan ole Nabi Ibrahim as. Yang dia pahami melalui pedoman enam puluh suchuf sebagai  ajaran umat Ibrahimiyyah sampai diutusnya Nabi Musa as.yang dibekali wahyu bentuk sepuluh suchuf hingga disempurnakannya ajaran tersebut dengan kitab Taurot.

Menurut sebuah pendapat untuk dapat ma’rifah binafsi (mengenal diri) adalah banyak melek (terjaga) pada malam hari. Tentunya untuk kegiatan positif, memperbanyak dzikir kepada Alloh, membaca al-qur’an, membaca buku (kitab), melakukan diskusi, riset (praktek keilmuan), dan lain sebagainya. Bersambung…



MUHASABAH

Terjemah Munfarijah Kubro (al-Ghozali)

  • Kesedihan telah menyatu dengan darah ya Tuhan, percepatlah kelapangan lalu kesedihan itu sirna.
  • Jiwa telah menjadi cengkeraman kesempitan, sumpek,dengan kuasa-Mu pelapangan kesempitan itu.
  • Hati kami tegerak berdo’a untuk memohon-Mu, bagai penanak  penanak menyalakan api, celaka dia bila tiada menyala.
  • Wahai yang Paduka biasa Maha Lembut, ulangi-ulangi biasa-Mu itu dengan kelembutan elok-Mu.
  • Tutup rapat-rapat kesumpekan dan kesedihan ini, bukakanlah segala yang menyumbat, bukalah lapang-Mu.
  • Kami kembali keharibaan-Mu, kami menuju kepada-Mu, semua jiwa ada pada ruang sentuh cahaya mentari-Mu.
  • Dan kepada anugerah-Mu ya Maha Muara Harapan. Oo.. alangkah sempitnya bila kami tak bisa kembali.
  • Siapa yang dirundung duka tidak memohon tolong-Mu, siapa yang dirundung nestapa tidak membisikkan pintanya kepada-Mu.
  • Dan kesalahan kami bila menjauhkan dari pintu-Mu hingga kami tidak datang memasuki.
  • Maka sungguh akan banyak nian pendurhaka berbuat dosa padahal harapan-Mu Paduka telah memperkenankan pendurhaka itu berharap (karunia) dari-Mu.
  • Wahai Junjungan kami, wahai Pencipta kami seutas urat telah menyempit di leher kami, tali yang menghubungkan kami dengan Paduka alangkah pendek.
  • Dan hamba-Mu tampak dalam penderitaan diantara ancaman penyebab penyakit (virus) dan kesedihan.
  • Segenap jiwa menggeliat dalam kepanasan dan mata air tenggelam didalam lubuk sangat dalam.
  • Nestapa bertambah keterlaluan hai nestapa, hendaknya kamu sudi menyibak.
  • Kami datangi Paduka dengan hati berkeping dan lisan yang gagap menyampaikan aduan.
  • Kami datang karena takut tergelincir dalam kengerian namun masih tercampur mencuatnya harapan.
  • Tak terbilang banyaknya orang yang dipenuhi lumuran dosa ingin sembuh berkat hamparan rahmat-Mu dan belaian desir angin wangi-Mu.
  • (Berapa kali saja kami menginginkan kesembuhan) dari yang menerpa kami dengan pengawasan-Mu dan disana ada tingkah laku perbuatan yang mengganggu.
  • Anugerah dari-Mu menyeluruh, meliputi segala, namuP paduka berkata “Berdo’alah kepada-Ku”, supaya kami menjadi suka cita.
  • Maka dengan wasilah semua Nabi, kami memohon ya Maha Raja Diraja dan dengan semua orang yang selamat.
  • Dan dengan keutamaan dzikir dan hikmahnya dan dengan segala jalan yang terang benderang.
  • Dan dengan rahasia huruf-huruf apabila sampai dan sinar cahaya yang cemerlang.  bersambung..



MAHABBAH

 ARTI CINTA

Salam…
Cintailah dirimu, sebelum engkau mencintai orang lain. Tiada cinta yang abadi, selain cinta seorang ibu terhadap anaknya. Cinta anak terhadap ibunya sepanjang galah, cinta ibu terhadap anaknya sepanjang jalan (tak berujung).

Cinta memang indah, bagaikan gunung dilihat kejauhan, akan tetapi bila didekati ternyata tebing, curam yang mengerikan, bila tidak hati-hati niscaya jatuh kedalam. Maka dari itu cintailah sewajarnya, karena ia belum tentu mencintai setulus hatinya.

Bila dirimu bercinta, hendaklah mencintai karena agama, bukan karena harta, pangkat kedudukan, atau karena cantik dan tampan, niscaya dirimu kan meraih kebahagiaan dunia dan akherat. Insya Alloh, amiin…

Cinta kadang bagaikan buah kedodong, yang terlihat halus diluarnya, tetapi setelah dirimu miliki dengan ikatan yang sah, ternyata hatinya berambut penuh duri, kalau sudah begini jangan pernah kau sesali tapi perbaiki biar tak makan hati, nanti ada yang merugi, karena sakit, dan akhirnya mati…Subhanalloh…..

Janganlah dirimu mencintai seseorang karena terpaksa, bila itu terjadi maka hidupmu akan tersiksa, maka cintailah dengan ketulusan hati, niscaya dirimu merasakan kehidupan yang hakiki, karena dengan ketulusan hati, akan menyelimuti kehidupan walau minimnya materi. Itulah cinta sejati, harta bisa dicari.

Cinta pertama orang mengatakan cinta monyet, karena cintanya pakai bahasa naluri, bukan bahasa mata hati, yang terlihat hanyalah keindahan semu, setelah melihat yang lain, ternyata jauh lebih baik, mulailah mata hati bicara, ternyata dunia tak selebar daun kelor, pantas sering terjadi patah hati. Maka jangan kau berikan cintamu sepenuh hati, sebelum kau tahu isi hatinya.
Cinta memang memabukan, bikin lupa diri. Tanamkan keyakinan mantap dihati, untuk selalu dijalan Illahi Robbi. Yaa robb.. kuatkan hati kami….

Cinta terkadang mengalahkan segalanya, sampai sholatpun kadang ditinggalkan, padahal mencintai Alloh tidak pernah dirugikan, bahkan diuntungkan, tapi mengapa terkalahkan? Ini adalah nyanyian setan yang mendendangkan cinta lebih utama, setelah putus cinta barulah mencari Tuhan, kendalikanlah wahai…teman, boleh bercinta tapi karena Tuhan Insya Alloh akan mendapat kemuliaan. Insya Alloh

Cinta terkadang dibenci tapi rindu, cinta terkadang diburu tapi cemburu, cinta kadang dicaci tapi dicumbu, cinta kadang dimaki tapi dirayu, jika sudah sehati segeralah kepenghulu. Biar tidak keburu nafsu…
Wassalam….

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes