.

.

Kamis, 19 April 2012

NUR KEHIDUPAN

Didalam (QS. An-Nahl: 16/120)
Katakanlah: " Ruh Kudus ( jibril ) menurunkan Al-Qur'an dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".

Artinya Nur Kehidupan yang memancar dari seorang Wali Mursyid adalah datangnya dari mata rantai emas menyambung sampai Rosululloh, malaikat jibril dan Allohu SWT.

Disinilah pentingnya untuk mengambil Nur Kehidupan dari seorang Wali Mursyid sekaligus membersihkan wadahnya yang telah kotor, berbau, kumal, banyak noda, berkarat berpenyakit dan lain-lainnya. Sehingga akan mempermudah menerima pantulan Nur kehidupan dari seorang Wali Mursyid.

Kita dapat mengambil i'tibar bahwa Nur Kehidupan yang dipancarkan Alloh dialam jasad ini, sbb:

Matahari memancarkan kebulan dan bintang-bintang, lalu sinar itu masuk kecelah-celah jendela Rumah-rumah dan kemudian memantul lagi dari kaca yang satu ke kaca yang lain sehingga Alam menjadi terang.

Begitu pula sebaliknya sistem kerja Nur seperti menunjukan dengan jelas bahwa  tidak mungkin manusia mendapatkan " NUR HIDAYAH " dari Alloh langsung, kecuali dengan mengikuti cara kerja ( sunah ) yang sudah dicontohkan tersebut. Barangsiapa berkehendak mendapatkan " NUR KEHIDUPAN " itu untuk dirinya sendiri terlebih lagi untuk hati dan ruh-nya, Maka carilah dari sumber-sumber dimuka bumi ini, yaitu seorang wali Mursyid yang membawa Bibit Tauhid dan Ma'rifat yang silsilahnya dapat dipertanggung jawabkan dunia akherat.

Sebab merekalah yang mempunyai stempel kekholifahan diatas muka bumi ini. Ia sudah mendapatkan hak atau stempel resmi dari Rosululloh untuk menyampaikan Nur Alloh melalui aktifitas dan pengabdian hidup mereka, baik melalui dakwah, ibadah dan dzikir yang mereka kerjakan terlebih dari pancaran doa-doa dan munajat yang mereka panjatkan. Demikian itulah sunnatulloh yang sejak diciptakan tidak akan ada perubahan lagi untuk selamanya.

Didalam QS. FUSH-SHILAT (41);11.
"kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

Dari ayat diatas telah mengungkapkan suatu rahasia terbesar yang tersimpan dialam barzakh ( alam hati yang belum terbongkar ) yang berada dialam kehidupan semesta ini, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman kelanggengan yaitu sejak langit dan bumi menjawab panggilan Alloh Swt: " kami datang dengan suka hati ,Maka sejak itu dan bahkan selamanya sesuai dg kehendaknya, seluruh makhluk dimuka bumi ini beserta segala isinya terkendali dengan satu sistem komando".

Ketika Alloh memberikan Komando yang berupa stempel bibit tauhid dan ma'rifat dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik dibumi maupun dilangit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya. Sistem Komando itu adalah Hati seorang kholifatulloh yang mendapatkan stempel dan izin-Nya dari seorang kholifah yang diberi wewenang untuk memegang stempel Nur Kehidupan, yaitu Laa ilaaha illaalloh berpotensi menjinakan bumi dan langit serta isinya. 

Alloh Swt berfirman: " Dan Dia menjinakan untukmu apa yg ada dilangit dan ...apa yg ada dibumi semuanya, (sebagai rahmat) dari pada-Nya. Sesungguhnya pd yg demikian itu benar2 terdapat tanda2 (kekuasaan Alloh) bagi kaum yg berfikir". (QS. Al-Jaatsiah; 13) .

Dengan dua potensi besar itu, maka berarti seluruh makhluk yang ada dijagad raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia yang membawa stempel serta komando ada ditangannya. Dialah seorang Wali Mursyid Kamil Mukamil.

SAKSI DZOHIR DAN BATHIN

Oleh : Mendro Kusumo ( Anfas Kusumo Al-Akhyar )

Sholat itu ada dua perkara :

1. Sholat yang berhubungan dengan Badan 
Sholat ini adalah tanda bahwa kita adalah sebagai orang islam, karena sholat dzohir ini bentuk dari sebuah ketaatan dan syiar Agama.

2. Sholat yang berhubungan dengan hati
Adalah bentuk dari keimanan, sehingga hati selalu ingat Alloh (dzikir) sehingga mewujudkan hakikat NIAT

Hakikat dari pada NIAT itu sendiri adalah sebuah persaksian qolbu atau hati atau ruh kita. Hati itulah yang menyaksikan jasad atau anggota tubuh kita mau melaksanakan perintah dari Tuhannya....dan yang menjadi saksinya adalah seluruh anggota badan/tubuh kita

Jadi intinya bahwa sholat itu adalah mi'rajnya seorang mukmin, menyaksikan Alloh sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai Utusan...

Kita Menyaksikan atau melihat Alloh sebagai Tuhan  melalui Rahmat-Nya yang berupa NIAT dan Muhammad sebagai saksi atas datangnya NIAT tersebut. Makanya Nabi Muhammad disebut sebagai Rosululloh atau utusan Alloh yang menyaksikan datangnya sebuah rahmat Alloh.

Itulah hakikat dari pada dua kalimat syahadat, lisan ( Muhammad ) mengucapkan  dan hati membenarkan (Alloh yang membenarkan)

Itu semua adalah sebuah persaksian antara Alloh dan Utusannya ( Nabi Muhammad ), makanya kita diberi alat yang berupa talqin dzikir agar kita bisa menyaksikan persaksian tersebut.

Maksudnya agar kita juga dapat disaksikan oleh Alloh dan rosulnya...bukan disaksikan oleh setan, cilakalah kita karena mendapatkan saksi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Maka rosululloh mentalqin para sahabat dengan tujuan agar mendapatkan saksi dari Alloh dan Rosulnya

bagaimana caranya agar kita juga dapat saksi dari Alloh dan Rosulnya?Segera Ambil talqin dari seorang Mursyid, karena beliau yang mendapat limpahan rahmat Alloh melalui Rosululloh.

Sehingga kita bisa menyaksikan Alloh dan Rosulnya dengan alat dzikir jahar dan dzikir khofi

Dzikir jahar sebagai alat saksi badan karena dzikir tersebut terdengar semua makhluk dan itu adalah sebuah bukti kita sebagai orang Islam.

Sedangkan dzikir khofi sebagai alat saksi hati kita karena dzikir khofi itu diambil dari sumbernya yaitu Rosululloh yang memiliki stempel dari Alloh Swt, sampai  Para Sahabat terus turun tumurun dan membentuk rantai emas dan silsilah yang langsung dari Rosululloh sampai kepada Guru Mursyid kita, sehingga kita akan mendapatkan limpahan  Rahmat dari Alloh. 

Dan Muhammad ( Mursyid ) Sebagai saksi atas datangnya limpahan karunia yang tak terhingga dan kita menyaksikan semua itu melalui DZIKIR ...Allohu Alloh...Allahu ALloh...

kita hanya mampu menyaksikan semua itu dengan ismu dzat dari Yang Maha Agung dari Guru Agung, itulah hakikat Yang Maha Agung

Semoga bermanfaat


WARNING !!!
Jika seseorang belum mengambil talqin dzikir dari seorang Mursyid....lalu dia mampu menyaksikan sendiri, tanpa perantara atau wasilah dari seorang Murysid, maka tanpa disadari dia telah mengambil saksi untuk Ruh Ruhaninya sendiri diambil dari Syaithon. Sehingga Ruh Ruhaninya yang selalu memomong (among) dirinya sendiri terisolasi dialam barzak

Dan kalau kita meninggalkan sholat dzohir dan bathin tanpa mencontoh sholatnya Rosululloh (mursyid sebagai penerus , lalu didalam hatinya ia merasa mampu, merasa paling dekat dan lain-lainnya, maka tanpa disadari pula ia telah mengambil saksi untuk ruh jasmaninya sendiri diambil dari Syaithon...Na'udzubillah.
Sehingga Ruh Ruhani  yang lengket dibadan kita akan terisolasi didunia ini

Untuk memahami artikel ini, saya sarankan mencari seorang Guru Mursyid yang dapat menjelaskannya


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes