.

.

Sabtu, 22 Desember 2012

Asal-usul nama TQN Suryalaya

ASAL-USUL TQN SURYALAYA (TQNS)

Dari jaman Syekh Ahmad Khottib Sambas hingga saat ini, Toriqoh Qodiriyyah wan Naqsabandiyyah tidak ada yang disingkat menjadi TQN atau TQNS kecuali silsilah yang melalui jalur Abah anom qs (beliau adalah mujaddid)  sebab
di jaman Abah Anom qs terjadi pembaha
ruan, salah satunya tentang penyingkatan nama toriqoh dan penambahan nama suryalaya yang kemudian dikenal dengan nama TQNS.  

Kalau saat ini, Pangersa Abah Gaos Ra tetap menggunakan nama TQN Suryalaya bukan TNQ Sirnarasa karena jalur silsilah TQN beliau terima atau peroleh dari Gurunya yaitu Pangersa Abah Anom qs, makanya beliau tetap menggunakan nama TQN Suryalaya. Lain halnya kalau beliau mengambil toriqoh dari jalur yang berbeda, maka pernyataan/kebijakan yang menyatakan silahkan mengikuti Abah Gaos dengan TQN Sirnarasa tidak ada masalah, tapi permasalahannya beliau mengambil dari jalur Abah Anom qs itu yang perlu dipertanyakan bahkan digugat secara keilmuan dan amal..


ASAL-USUL AMALKAN, AMANKAN & LESTARIKAN

Pada tahun 1994 Pangersa Abah Anom bersabda : Amalkan, Amankan dan Lestarikan,  kepada Pangersa Abah Gaos Ra. Di tahun tersebut berbarengan dengan Ajengan Jejen Sukabumi, diangkat menjadi Dewan Dakwah Suryalaya oleh Abah Anom menggantikan Pangersa Abah Gaos Ra.

Sebelum
tahun 1994, yang ada itu hanya kata Amalkan dan Amankan saja. Tetapi sejak pelimpahan tugas dakwah dari Pangersa Abah Gaos ke Ajengan Jejen, Pangersa Abah Gaos mendapat mandat untuk Lestarikan.

Sehingga kini muncullah Amalkan, Amankan, Lestarikan dari Pangersa Abah Anom kepada Pangersa Abah Gaos sehingga sampai kepada kita.


ASAL-USUL GELAR SAEFULLOH MASLUL

Abah Anom telah memberikan Gelar tersebut kepada beliau Hadrotus Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra. Saefulloh Maslul adalah Nama kebesaran Sulton Aulia Syech Abdul Qodir Al Jilani QS. 

Bukan "Saefulloh Maslul" namanya kalau tidak kuat, tajam, gagah, dan luas. Kata Abah Anom kepada Abah Gaos " Jangan naik ring kalau tidak kuat ditonjok". Artinya beliau sudah teruji, diuji oleh Syekh-nya yang Agung. pesan tersebut selalu diingat oleh beliau dan berbagi kepada kita yang butuh.  Sekali lagi INGAT !!! Bagi yang BUTUH walaupun ujian bertubi-tubi datang menerpa beliau



ASAL-USUL PENGEMBAN AMANAH

Kita harus tahu yang namanya PENGEMBAN AMANAH adalah pengemban amanah YSB Pontren Suryalaya-yaitu orang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab menjaga hal ihwal PPSuryalaya..INGAT... BUKAN pengemban amanah (TQN) THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH....  

......................BEDAKAN YACH..........................???

Atau dengan kata lain Abah Anom Qs menyerahkan urusan Yayasan Pontren kepada 3 orang yaityu ;

  1. Masalah Pesantren diserahkan kepada kh Dudun, 
  2. Masalah yang mengenai dunia pendidikan misal Sekolah / kampus diserahkan kepada Abah Nur Anom dan 
  3. Masalah jubir diserahkan kepada kh Zainal Abidin Anwar 
itu semua istilahnya disebut  Pengemban Amanah. Bukan Pengemban amanah TQN Suryalaya ,,,,jangan salah yach????

Karena hal inilah Pangersa Abah Gaos Ra bertanya kepada Ajengan Zainal Abidin Anwar perihal pembentukan pengemban amanah... Ajengan Zainal Abidin Anwar saat itu menjawab, itu adalah usulan dan desakan salah satu wakil talqin ( yang saat ini sudah almarhum )... yaitu Kyai Abdul Salam Nasution

Nama-nama Pengemban Amanah itu adalah..
1-Hj Dudun Almarhum (putra Abah Anom) 
2-KH Noor Anom Mubarok Almarhum (Adiknya Abah Anom)
3-K.H Zaenal Abidin (Kyai enjen)

INGAT !!! Perlu kita ketahui bahwa Ponpes Suryalaya adalah sebagai lembaga atau wadah atau identitas TQNS, jika terkait dengan lembaga silahkan merujuk ke pengemban amanah yang terkait tetapi jika yang berkaitan dengan ketoriqohan silahkan ke Pangersa Abah Gaos sebab beliau yang dipilih untuk meneruskan estapet ini.

Sabtu, 08 Desember 2012

Bukti Otentik

Banyak Orang yang mencari BUKTI OTENTIK

( Dibawah ini adalah cerita dan kesaksian sesorang yang tidak ingin disebutkan namanya )

Dulu saya pernah bertanya kepada Hadrotus syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh maslul Ra, beberapa hari setelah Pangersa Abah Anom Qs meninggalkan dunia secara fisik. sbb :

Si fulan berkata :
Apakah ada Bukti surat atau penunjukan mursyid dari Abah Sepuh Ra ke Abah Anom Qs ?
Kata Abah Gaos: ada.

Si fulan berkata :
Ada Info yang beredar, banyak Para Wakil Talqin dan keluarganya mengatakan dalam sebuah rapat bahwa tidak ada surat pelimpahan kemursyidan dari Pangersa Abah Anom ke yang lainnya karena belum ada contoh yang didapatkan satu arsip pun tentang penunjukan ke mursyidan Abah Anom Qs oleh Abah Sepuh ( yang intinya tidak ada contoh Surat satupun yang menunjukan bukti pengangkatan kemursyidan Abah Sepuh ke Abah Anom ). Dan juga katanya pengangkatan Para wakil talqin saja ada surat resmi atau sertifikat? apalagi mursyid?
Kata Abah Gaos: ada.

Si fulan berkata :
Bagaimana pendapat Pangersa Gaos, tentang tidak adanya arsip atau surat pelimpahan kemursyidan dari abah sepuh ke abah anom yang katanya tidak ada?
kata Abah Gaos: betul tidak ada!

Si fulan berkata :
Jadi tidak ada arsip pelimpahan kemursyidan dari Abah Sepuh ke Abah Anom?
Kata abah gaos: ada!

Si fulan berkata :
Pangersa Abah Gaos mohon maaf saya tidak mengerti...
kata Abah Gaos: Siapa pun orangnya yang mau mencari arsip itu sampai kolong langit dunia pun tidak akan ketemu!

Si fulan berkata :
Berarti tidak ada?
Kata Abah Gaos: ada

Si fulan berkata :
Kalaupun ada, dimana?
kata abah gaos: disimpan!

Si fulan berkata :
Dii simpan dimana?
tadi kan pangersa Abah Gaos bilang siapa pun orangnya yang mau mencari arsip itu sampai kolong langit dunia tidak akan ketemu!
Kata Abah gaos: Abah menitipkan arsip atau surat rahasia tentang pelimpahan kemursyidan abah anom dari abah sepuh ke bapa (untuk disimpan dengan apik/rapi)

Si fulan berkata :
Maksudnya arsip atau surat pelimpahan mursyid ke abah anom dari abah sepuh itu sekarang ada di bapak.... (Abah Gaos)?
kata Abah Gaos: iya

Si fulan berkata :
Kenapa tidak diberikan kepada keluarga atau keturunannya atau wakl talqin lainnya?. Padahal menurut saya itu arsip terpenting dan sejarah sebagai pengakuan atau bukti dari mursyid sebelumnya yaitu Abah Sepuh ke Abah Anom Kenapa bukan ke yang lainnya (misal keluarga abah/Ahlul Bait)?
Kata Abah Gaos: Tidak tahu atuh kenapa ke bapak? Padahal arsip penting.

Si fulan berkata :
Bagaimana bentuk arsipnya?
Kata Abah Gaos: bentuknya tulisan dan isinya penunjukan abah sepuh ke abah anom sebagai mursid pelanjut tongkat kepemimpinan TQN

Si fulan berkata :
Bentuk tulisannya bagaima?
Kata Abah Gaos: tulisannya Arab dan terjemahannya bahasa sunda dan di tandatangani oleh abah sepuh

Si fulan berkata :
Kalau seandainya ada arsip seperti itu, berarti mursyid selanjutnya setelah abah anom pun ada?
Kata Abah Gaos: iya

Si fulan berkata :
Tapi, menurut para wkl talqin yang lain termasuk pengemban amanat tidak ada arsip dari abah anom ? Dan saya memahami kalau abah sepuh ke putranya (Abah Anom) tidak asal menunjuk atau pelimpahan otomatis atau karena nasab atau keturunan tetapi harus memakai sertifikat, berarti dari abah anom pun kepenerusnya pasti demikian?
kata Abah Gaos : iya

Si fulan berkata :
Terus siapa atuh, yang telah ditunjuk Pangersa Abah Anom selanjutnya?
Kata Abah Gaos: nggak tahu, cari aja sendiri!
(sambil senyum membuat sejuk dan hati orang bergetar)

Saya pernah tanya lagi ke Pangersa Abah Gaos Ra ketika datang ke sumedang dalam acara manakiban di kantor yayasan perwakilan sumedang.

Si fulan berkata :
Pangersa katanya menurut informasi bahwa pangersa dapat tulisan yang digulung dari pangersa abah Anom tentang silsilah ke 38 yaitu nama pangersa sendiri, bagaimana ceritanya?
Kata Abah Aaos: kata siapa?

Si fulan berkata :
Ada saja informasi
Kata Abah Gaos : kata siapa?

Si fulan berkata : kata saya Abah , pokoknya ada informasi dari yang lain!
Kata abah Gaos: iya info dari siapa?
saya: ada saja info!

Si fulan berkata :
Pangersa tolong ceritakan... (saya pada waktu itu betul-betul sangat mengharap penjelasan dan cerita Abah Gaos)...yach, saya mungkin seperti anak kecil yang betul-betul merengek untuk menceritakan kisahnya karena ini adalah salah satu arsip dokumen langsung pelimpahan kemursyidan dari pangersa abah anom yang berbentuk tulisan.

Pada waktu itu saya duduk disamping Abah gaos berdua dekat mimbar dan disamping Abah Gaos ada juga wakil talqin sumedang yang berjarak jauh sekitar 3 meteran. Saya melihat Abah Gaos agak canggung untuk menjawab pertanyaan saya, mungkin beliau ber hati-hati agar tidak diketahui yang lain. 
Abah gaos merapat agak nyondong kepada saya dan berbisik seakan-akan jangan diributkan dahulu. Dan sambil lirik kanan kiri mengawasi yang lain takut ada orang yang ikut nimbrung mendengarkan. Abah Gaos berbisik dan menggeser agak menjauh lagi dari wakil talqin tersebut. Dan beliau menceritakan tentang sejarah atau kisah , bukti silsilah ke 38 tersebut yang langsung dari Abah Anom

Paqngersa Abah Gaos bercerita :...
Pada waktu itu Abah Gaos di madrasahnya hadratusy Syekh Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs (abah Anom) berempat (4). yaitu :
  1. Pangersa Abah Anom, 
  2. Pangersa Abah Gaos
  3. Kh dudun ( Putra pangersa Abah ) 
  4. Kh Yusuf Hamzah Sekpri Abah Anom
Abah Gaos diberi gulungan oleh pangersa abah Anom , Dan Abah Anompun berkata kepada AOS : aos, nih ambil dan coba "cobi toong aya teu didinya" b.indonesianya "ada enggak aos disitu! (coba intip ada enggak aos disana / digulungan tersebut?)
kata Abah Gaos: ada bah!

Pangersa abah anom: yach, sudah jangan ribut!
KH Dudun yang disamping Abah Gaos penasaran, dan bertanya kepada Abah Gaos.

Kh Dudun (putra pangersa abah anom) berkata: " aang, (aang itu panggilan ke abah gaos), naon eta teh " (apa itu yang dari abah dan yang diambil Aang Gaos)?
Abah Gaos (tidak memberitaukan isi gulungan tersebut): "nggak tahu, tanyakan saja ke abah Anom " ?

Kh Dudun penasaran dan bertanya ke Ayahandanya Pangersa Abah Anom. Kh Dudun berkata : "bah naon ete teh"? (apa isinya yang ada di gulungan tersebut?)

Pangersa Abah Anom: "yeeh... duka teu terang abahmah, aos anu nigali . taroskeun wae ka aos anu ningali" !
(b.indonesianya : kata abah ke Kh dudun: yeeeh..., nggak tahu abah mah, aos yang lihat tanyakan saja ke aos yang lihat isinya!

Kh dudun bertanya ke sekretarisnya karena tidak ada yang mau membuka rahasia isi gulungan tersebut.

KH dudun bertanya ke sekretaris abah: "apa itu isinya" ?
sekretaris pangersa abah anon berkata : "abdimah teu wantun ngabuka-buka dukumen atanapi arip nu pangersa abah" ! (saya tidak berani membuka arsip atau dokumen penting abah)

BETUL2 TIDAK ADA YANG TAHU PADA WAKTU ITU KARENA ABAH MENYURUHNYA JANGAN RIBUT

Namun saya sendiri penasaran dan langsung bertanya ke Pangersa Abah Gaos.
Pangersa apakah yang dilihat itu silisilah Tqn ?
abah gaos: iya

Apakah tulisan yang dicantumkan silsilahnya dari awal ?
abah gaos: iya

Apakah termasuk silsilah TQN yang ke 38 juga?
abah gaos: iya!

Apakah itu berarti nama bapak (abah gaos )... ada disana?
abah gaos:......
Bagaimana kalau seandainya manakib sekarang ini ceramahnya membahas masalah itu ?
abah gaos: nggak usah, biarin orang nyari sendiri. mau mengikuti siapa? mau cari yang mana? biarin mencari sampai ke alam lahut ?!
SUBHANALLOH....

Bersambung..................................




 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes