.

.

Senin, 26 November 2012

Tuturkeun Aos (ikuti Aos)



Sabda Guru Agung Syaikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs bersabda: "...tuturkeun Aos (ikuti Aos)..."

Kalau seorang Guru Agung Pangersa Abah Anom Qs menyuruh seperti itu berarti sabda beliau itu adalah sebuah dalil yang tidak bisa dibantahkan. Ini adalah sebuah isyarah bukti kemursyidan Syekh M. Abdul Gaos Saefulloh Maslul R.a, dan ini bisa dijadikan sebagai  petunjuk legitimasi estafet penerus Silsilah ke-38 TQN Suryalaya

Jika kita cermati dan teliti makna kata ikuti AOS, dan dikaitkan dengan angka 405 maka mengandung isyarah yang sangat menakjubkan dibalik angka tersebut. Didalam dunia thoriqoh tidak ada kata yang kebetulan, semuanya sudah direncanakan oleh Yang Maha Agung. Sekarang pertanyaannya bagaimana kita bisa menyingkapinya, itu yang perlu kita cari dan gali serta telaah lebih dalam lagi.

Susunan isyarah angka 405 jika kita gunakan pendekatan metode kajian angka ala hikmah kamilah. kajian ini bukanlah tafsir Al Qur'an karena hanya menguraikan angka dari jumlah, macam huruf dan jumlah bilangan ala abajadun (Abjad Suryaniyyah) serta jumlah total dan global yang menjadi saran takholuq (berakhlaq) dengan kalimat Toyyibah melalui suatu ayat yang mengandung angka-angka tersebut.

Jadi jika angka 405 kita pecah dan tambahkan hasilnya ( 4 + 0 + 5 = 9 ) dan jika kita kalikan hasilnya ( 4 x 0 x 5 = 0 ) maka akan menghasilkan sebuah angka yang sangat menakjubkan, yaitu angka 9 dan angka 0. Angka 9 mengandung isyarah dari macam huruf yang terdapat pada kalimah Thoyyibah (LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMADUR ROSUULULLOHI). Dan angka 0 (kosong) ialah mengandung isyarah takholuq bahwa sesungguhnya seorang muslim HARUS bisa berakhlaq dengan akhlaq 9 macam huruf kalimat toyyibah. 

Kalau dilihat dari metode pendekatan ala hikmah kamilah maka angka 9 adalah merupakan suatu jalan yang harus di tempuh oleh setiap muslim khususnya Tqn Suryalaya di dalam mengamalkan, melestarikan dan mengamankan amaliyah Syaikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs harus merujuk atau mengacu dan mengikuti kepada penerusnya Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra sesuai dengan isyarah 9 macam huruf yang ada di kalimat toyyibah sbb:
  1. Seorang muslim harus bisa berakhlak dengan huruf WAWU yakni : WACHDATU WUJUDILLAH FIL QULUUBI (meng-Esakan Allah di dalm hatinya), bukan berarti Alloh menyatu dengan hamba-Nya atau yang kita kenal di dalam bahasa jawa dengan istilah manunggaling kawula gusti.
  2. Harus bisa berakhlak dengan huruf SIN yakni : SUNNATU MUCHAMMADIRROSULULLOH (mencontoh langkah-langkah Nabi Muhammad) sesuai dengan kemampuan dan pemahamannya di dalam menyimpulkan wahyu yang di bawa olehnya.
  3. Harus bias berakhlak deangan huruf RO yakni : ROJI’UN ILLALLOHI (kembali kepada Alloh) yakni senantiasa bertaubat kepada-Nya.
  4. Harus bisa berakhlak dengan huruf DAL yakni : DAMUTH THOO’ATI (ta’at secara intensif) baik ta’at secara vertical maupun horizontal.
  5. Harus bisa berakhlak dengan huruf CHA yakni : CHIFDUL A’DLO’I ‘ANIL MA’SHIYATI (menjaga organ tubuh supaya tidak maksiat) kepada Alloh dan Rosul-Nya.
  6. Harus bisa berakhlak dengan huruf MIM yakni : MUCHITHUM BIL ‘ILMIDH DHOHIRI WAMUCHITUM BIL ‘ILMIL BAATHINI (menguasai ilmu lahir dan ilmu batin) yakni ilmu dunia dan ilmu akherat.
  7. Harus bisa berakhlak dengan huruf HA yakni : HUDUU,UL KHUSYUU,I BILCHAWASIL KHOMSI (menempatkan khusu di dalam panca indera), baik indra raga, jiwa, maupun nyawa.
  8. Hurus bisaberakhlak dengan huruf ALIF yakni : ITTICHAADUT TAQWAA BILJIHATI (menyatukan taqwa dengan arah / ahli taqwa) dimanapun berada.
  9. Harus bisa berakhlak dengan huruf LAM yakni LUBBUL IKHLASHI (inti ikhlas/bersih raga, jiwa, dan nyawa) dalam setiap amalnya (murni).
SEMBILAN MACAM HURUF yang ada di dalam kalimah Toyyibah (LAA ILAAHA ILLALLOHU MUCHAMMADUR ROSULULLOHI), yakni : WAWU, SIN, RO, DAL, CHA, masing-masing satu huruf. Sedangkan MIM ada dua, HA ada tiga, ALIF ada enam, dan LAM ada delapan.

Pangersa Guru Agung Syeikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs bersabda : " Kalau mau ikut Abah, ikut Aos (405). Tidak mau ikut Aos (405), Abah-kan sudah ngomong kepadamu, Abah tidak pernah mengundang orang untuk datang kesini ". ( pukul 23.31)

Selanjutnya Syaikh Muhammad Abdul Gaos saefulloh Maslul Ra bersabda : "Mustahil Guru Agung Meninggalkan jutaan umat TQN begitu banyaknya kalau tidak ada yang ngurus. Karena sudah ada makanya abah pulang". 

Inilah arahnya sabda beliau kepada seluruh ikhwan dan akhwat Tqn Suryalaya, karena beliau sudah tahu dan sudah diberi tahu oleh Guru Agung. Siapa lagi yang tahu dan diberi tahu kalau bukan seorang Mursyid dan penerusnya itu sendiri. Renungkanlah wahai saudaraku...!!!! 

Selanjutnya lagi Guru Agung Syekh Ahmad Shohibul wafa tadjul Arifin Qs bersabda kepada Syekh Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra "...segini banyaknya yang berbondong-bondong ke suryalaya BELUM TENTU 20%-NYA JADI ". Mari ikut yang sudah pasti,  masuk 20%-nya jadi.

Sirnarasa Ada di Pundak Beliau Hadrotus Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra. Sirnarasa itu Ada 20% yang sudah mulai mengikuti beliau sesuai perintah abah "IKUTI AOS", dan ada 80% yang harus diselamatkan. Menurut saya yang 80 %nya Murid mencari Guru, yang 20 % murid kebanggaan guru, yang 100 % harapan guru.

Alloh berfirman :

walaqad makkannaakum fii al-ardhi waja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisya qaliilan maa tasykuruuna

Artinya:
" Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur ".

Dan ternyata Angka 9 yang terdapat dari macam huruf dalam kalimat toyyibah menuntut kepada kita untuk NGAJI. Ngaji menurut falsafah jawa maksudnya adalah Bolongan Sanga Dadi siji, supaya oleh Aji saking Alloh Dzat Maha Siji (Lubang sembilan jadi satu, supaya mendapatkan kelebihan dari Dzat Yang Maha Esa). Menurut Syaikh Achmad Mishbachul Munir Muslim Angka 9 yang terdapat dari kalimat Toyyibah menuntut kepada 2 masalah yang ada didalam tujuan NGAJI, yaitu :
  1. Bisa menutup Lubang 9 sehingga tidak maksiat kepada Alloh
  2. Bisa mengamalkan, melestarikan dan mengamankan ilmu yang dihasilkan dari NGAJI tersebut.
Lubang 9 itu antara lain : 2 lubang mata, 2 lubang hidung, 2 lubang telinga, mulut, kemaluan dan anus, artinya menutup lubang-lubang tersebut agar tidak maksiat kepada Alloh Swt, sehingga bisa mengamalkan, melestarikan dan mengamankan ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw melalui wasilah Guru Agung Pangersa Abah Qs.

Jadi maksud Guru Agung untuk mengikuti AOS (405) adalah menuntut kepada semua muridnya untuk mengamalkan, melestarikan dan mengamankan baik waktu siang ataupun malam hari selama 24 jam yang terimplisit dari jumlah huruf laa ilaaha illalloh Muhammadur Rosulullah, agar bisa menutup 9 macam bolongan agar tidak maksiat kepada Alloh dengan dzikir jahar 165x dan dzikir khofi setiap helaian nafas, agar mencapai hakikat dari tujuan NGAJI.

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes